Produksi sampah di Kulon Progo

Selasa, 21 Mei 2019 11:32:16 - Oleh : DPUPKP dikutip dari Berbabai sumber

timbulan sampah

Penutupan Jaringan Irigasi Pekik Jamal

produksi sampah dunia

Pelaksanaan Pemadatan Jalan

SEKILAS PELATIHAN DASAR (LATSAR) CPNS DPUP-KP

PRE CONSTRUCTION MEETING PEKERJAAN PEMBANGUNAN D.I BANYU AGUNG TAWANG DAN PEMBANGUNAN D.I. KAMAL

Sampah merupakan barang sisa atau residu yang setiap hari dihasilkan oleh setiap individu dan kegiatan. Sampah secara umum memberikan imej negatif, baik kandungan material di dalamnya maupun komposisinya, dimana sampah identik dengan hal-hal yang kotor, menjijikkan, berbau bahkan terkait dengan bahan berbahaya.
Sampah senantiasa menjadi permasalahan di kawasan perkotaan, mengingat keterbatasan ruang yang ada sehingga sampah yang dihasilkan tidak dapat diolah sedemikian rupa seperti halnya sampah yang dihasilkan oleh kawasan perdesaan. Di sisi lain, komposisi sampah perkotaan juga secara signifikan berbeda dengan sampah yang dihasilkan kawasan perdesaan.
Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kabupaten Kulon Progo, volume sampah yang dihasilkan juga terus bertambah, demikian juga dengan ragam sampah yang dihasilkan, baik sampah dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun sampah non domestik (perdagangan, pasar dan industri).
Untuk Menghitung Produksi/timbulan sampah di Kabupaten Kulon Progo dapat menggunalan SNI 19-3983-1995 tentang standar berat sampah yang dihasilkan oleh rumah permanen yaitu antara 0,350 - 0,400 kg/org/hari. Jika Jumlah Penduduk Kulon Progo pada tahun 2018 adalah sebanyak 416.200 jiwa, maka total produksi sampah di Kabupateb Kulon Progo adalah 416.00 x 0,4 kg = 166.480 Kg/ perhari atau 166,48 ton per hari. Dalam setahun maka produksi sampah yang dihasilkan 166,48 x 365 = 60.765,2 ton. Jika biaya pengelolaan sampah adalah Rp 400.000,- /ton, maka untuk mengolah sampah secara ramah lingkungan di kabupaten kulon progo membutuhkan anggaran Pengelolaan sampah sebesar Rp. 24.306.080.000,- (dua puluh empat milyar tiga ratus enam juta delapan puluh ribu rupiah) per tahun.

« Kembali | Kirim | Versi cetak