PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2019/2020 DI WILAYAH SUNGAI PROGO OPAK SERANG

Senin, 23 September 2019 14:56:13 - Oleh : Bidang SDA DPUPKP

Sidang Pleno III TKPSDA WS POS

DIKLAT PELATIHAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN IRIGASI TINGKAT JURU

Fasilitas Pengolahan Sampah yang belum dimiliki Kulon Progo

STRATEGI UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN

KINERJA PELAKSANAAN KEGIATAN DPUPKP

PEKERJAAN PEMADATAN JALAN D.I. KALIBAWANG

 

Berdasarkan paparan Sidang Pleno III TKPSDA (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air) Wilayah Sungai Progo Opak Serang tanggal 16 September 2019 yang bertempat di Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, salah satu pembahasannya adalah tentang prakiraan musim hujan 2019/2020 yang disampaikan oleh Etik Setyaningrum, M.Si dari Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta. Secara umum, anomali suhu muka laut dasarian I September 2019 di Samudera Pasifik bagian barat lebih hangat dibandingkan normalnya, sama halnya di wilayah Samudera Hindia bagian tengah dan barat didominasi anomali positif sedangkan anomali negatif muncul di barat daya Sumatera. Anomali SST di wilayah Nino 3,4 menunjukkan kondisi ENSO Netral. Sedangkan anomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Sedangkan pada bulan September-November 2019 wilayah Samudera Hindia di dominasi anomali positif di bagian tengah dan barat sedangkan anomali negatif diperkirakan muncul di perairan barat daya Sumatera. SST di wilayah Nino 3,4 diprediksi tetap berada dalam kondisi normal.

Sedangkan analisis dan prediksi angin pada dasarian I September 2019 di dominasi angin timuran yaitu massa udara berasal dari benua Australia, kecuali Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, Maluku utara dan Papua Barat. Belokan angin terdapat di sekitar ekuator. Prediksi dasarian II September 2019 di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi angin timuran, kecuali Sumatera bagian utara. Belokan angin terdapat di sebelah utara ekuator.

Musim kemarau yang panjang menyebabkan adanya peringatan dini kekeringan (> 60 hari tanpa hujan berturut-turut) di wilayah DIY yang terjadi di daerah :

a.       Bantul (Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Kretek, Pajangan, Pandak, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, Sewon)

b.      Gunung Kidul (Girisubo. Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Paliyan, Patuk, Playen, Ponjong, Purwosari, Rongkop, Saptosari, Semanu, Semin, Tanjungsari, Tepus, Wonosari)

c.       Kulon Progo (Galur, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Sentolo, Temon, Wates)

d.      Sleman (Maguwoharjo, Berbah, Cangkringan, Gamping, Godean, Kalasan, Moyudan, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Prambanan, Tempel)

 

5 Rangking daerah terlama hari tanpa hujan :

Rangking 1      : Dlingo Bantul (159 hari)

Rangking 2      : Kecamatan Tanjungsari Gunung Kidul, Kecamatan Panjatan dan Galur Kulon Progo (146 hari)

Rangking 3      : Kecamatan Bantul, Pandak, Piyungan dan Kecamatan Saptosari Gunung Kidul (145 hari)

Rangking 4      : Kecamatan Pandak Bantul dan Kecamatan Tepus Gunung Kidul  (144 hari)

Rangking 5      : Kecamatan Pajangan Bantul (143 hari)

 

 

Prakiraan awal musim hujan di DIY 

Awal musim hujan 2019/2020 DIY diprakirakan mundur 1 hingga 2 dasarian, sehngga awal musim hujan di wilayah DIY tahun 2019/2020 terjadi pada bulan :

Oktober III meliputi :

Sleman (Tempel, Pakem, Seyegan, Mlati, Godean, Minggir, Moyudan)

Kulon Progo (Kalibawang, Samigaluh, Nanggulan, Girimulyo)

November I meliputi :

Sleman (Cangkringan, Pakem, Turi, Tempel)

November II meliputi :

Sleman (Ngemplak, Depok, Prambanan, Berbah, Gamping)

Secara umum Kabupaten Bantul

Kulon Progo (Kokap, Pengasih, Sentolo, Temon, Wates, Panjatan, Lendah, Galur)

Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Patuk, Nglipar, Semin, Playen, Wonosari, Karangmojo, Ponjong)

November III meliputi :

Gunungkidul (Purwosari, Panggang, Paliyan, Saptosari, Tanjungsari, Semanu, Tepus, Rongkop, Girisubo)

Bantul (Pundong bagian selatan, Dlingo bagian selatan)

Sifat musim hujan 2019/2020 di DIY diprakirakan bawah normal hingga normal, dan puncak musim hujan 2019/2020 diprakirakan pada bulan Januari-Februari 2020. (-Ririn-)

« Kembali | Kirim | Versi cetak